Komponen-Komponen Hardware
1. “Spesifikasi Prosessor”
a. Hardware Prosessor
b. Fungsi :
Ø Central processing unit (CPU), yang melakukan perhitungan (fungsi ALU) dan pemrosesan sistem.
Ø Sebagai pusat untuk memproses segala sesuatu yang akan dilakukan oleh komputer. Sehingga dapat dikatakan prosessor sebagai pengelola semua aktivitas kinerja di dalam komputer.
Ø Tempat mengatur semua instruksi program pada komputer.
c. Troubleshooting :
Masalah pada prosesor biasanya menyebabkan tampilan pada layar blank tanpa bunyi apa pun. Hal ini terjadi karena :
Ø Prosesor mati atau rusak.
Ø Prosesor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena melakukan overlock atau karena kipas pada prosesor tidak berfungsi.
Ø Sistem tidak mau startup setelah prosesor baru dipasang pada motherboard.
Ø Sistem Operasi tidak mau booting.
d. Solusi :
Ø Jangan menggunakan komputer/laptop terlalu lama,sampai berjam-jam,yang mengakibatkan komputer terlalu panas.
Ø Jika pemasangan prosesor yang tidak tepat pada slot yang ada pada motherboard. Lepaskan prosesor.kemudian pasang kembali. Atau BIOS tidak mendukung prosesor yang baru.Maka Update BIOS dari sistem atau motherboard yang disediakan oleh manufaktur BIOS tersebut.
Ø JIKA tidak mau booting,Cek kipas pada prosesor, ganti dengan yang baru jika diperlukan. Pengaturan kecepatan bus pada motherboard harus diganti.
2. “Spesifikasi MotherBoard”
a. Hardware Motherboard.
b. Fungsi :
Ø Tempat meletakkan atau memasang berbagai komponen komputer,misalnya saja prosessor.
Ø Media transfer data dari komponen yang bekerja di dalam komputer.
c. Troubleshooting :
Ø Masalah pada motherboard dapat disebabkan oleh kesalahan pemasangan komponen hardware yang dipasang pada motherboard.
Ø Kerusakan pada chipset yang digunakan pada motherboard atau peralatan I/O-nya.
Ø Komputer tidak bisa menyala atau sering disebut dengan istilah “motherboard blank” saat tombol ON pada casing sudah ditekan tanpa mengeluarkan suara apapun. Biasanya, hal ini terjadi karena :
§ Power supply yang rusak atau kabel power supply pada motherboard diletakkan secara tidak tepat atau longgar.
§ BIOS rusak.
§ Kesalahan CPU clock akibat overclock pada computer.
§ Prosesor yang dipasang sudah rusak atau tidak cocok dengan soket motherboard yang dipakai.
§ Kipas pada prosesor mati.
§ Kerusakan pada chipset yang ada di motherboard.
d. Solusi :
Ø Dalam memasang komponen hardware pada motherboard harus teliti agar tidak terjadi kesalahan.Apabila ada kerusakan pada system mainboard perlu dilakukannya diagnaosa awal :
ü Mengecek kabel sambung power supply utama dan kabel tegangan DC .
ü Mengecek kabel sambungan keyboard dan mouse seta monitor.
ü Mengecek konfigurasi system CMOS.
ü Mengecek semua daughterboard atau card yang terpasang pada slot I/O.
ü Mengecek sambungan saklar reset.
ü Mengecek posisi kunci keyboard.
ü Mengecek semua IC yang terpasang pada mainboard.
ü Cek disket boot di drive A.
Setelah pengecekan,hidupkan saklar power,cari kesalahan post. Dari pesan tersebut dapat diidentifikasi dan dilakukan perbaikan.
Ada beberapa langkah / cara untuk menangani apabila terjadi trouble shooting mainboard:
Repair or Replace
Back to Basics(memeriksa semua konektor)
3. “Spesifikasi BIOS”
a. Firmware BIOS
b. Fungsi :
Ø BIOS menjalankan flash memory onboard ketika komputer dinyalakan dan dia akan menginisialisasi chipset dan juga subsistem dari memori.
Ø Untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware, seperti untuk meload sistem operasi dari storage ke RAM.
c. Troubleshooting :
Ø Lupa password BIOS.
Ø Jam BIOS selalu berubah.
Ø Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update kita keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
d. Solusi :
Ø Lupa password BIOS,cara yang paling mudah untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencabut baterai CMOS yang ada pada motherboard.
Ø Dengan tidak berfungsinya baterai CMOS, maka tidak hanya sistem jam yang akan selalu berubah tetapi juga hari, tanggal dan setting BIOS selalu kemabli ke default. Cabut baterai CMOS pada komputer anda dan gantikan dengan yang baru.
Ø Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya,Disana tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya kita tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupkan PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen.
4. “Spesifikasi Video Adapter”
a. Hardware Video Adapter
b. Fungsi :
Ø Port penghubung peralatan proses data dengan peralatan output berupa layar/monitor.
Ø Memaksimalkan fungsi layar sehingga dapat menampilkan grafis dalam resolusi dan kualitas warna yang terbaik.
Ø Dapat mempercepat semua kinerja software operation system (Windows).
c. Troubleshooting :
Ø Tidak ada gambar apa pun di layar karena konektor layar tidak terpasang pada VGA card atau konektor tidak terpasang dengan baik
Ø Permasalahan display adapter .
d. Solusi :
Ø Lakukan pemasangan konektor layar pada VGA card dengan baik.
Ø Cek perangkat keras dan lunak display adapter.Pengaturan resolusi display adapter dengan cara restart pada safe mode dengan tekan F8, klik kanan desktop pilih properties dan pilih tab setting. Pada tab setting turunkan resolusi display dan pilih apply – OK.
5. “Spesifikasi Monitor”
a. Hardware Monitor
b. Fungsi :
Ø untuk menampilkan hasil pengolahan file atau data pada layar komputer.
Ø Untuk melihat hasil input ataupun program yang sedang aktif.
c. Troubleshooting :
Ø Monitor mati.Ketika monitor dinyalakan dan layar gelap alias mati dan lampu power akan berkedip, tapi kadang tidak ada bunyi sama sekali dan lampu power mati total atau kadang standbye.
Ø Flyback Rusak / mati,Monitor mati total.
Ø Flyback Bocor dan mengeluarkan desis serta loncatan bunga api ungu tapi monitor masih nyala.
Ø Transistor Horisontal Size Rusak : akan menyebabkan lebar gambar tidak bisa diatur.
Ø Warna, layar monitor berwarna hitam setelah komputer dihidupkan.
Ø Tampilan monitor berputar.
d. Solusi :
Ø Monitor mati karena Transistor horisontal konslet / rusak,maka ganti Transistor Horisontal..
Ø Flyback Rusak / mati maka ganti flyback dengan yang setype.
Ø Tambal kebocoran dengan menggunakan autosealer (dapat dibeli di bengkel sepeda motor).
Ø Pastikan kabel power monitor sudah dimasukkan ke power suppy pada casing komputer dan indikator lampu dari monitor sudah menyala.
Cabut semua perangkat keras yang terpasang pada casing komputer kecuali mouse, keyboard dan monitor. Booting kembali komputer untuk melihat apa permasalahannya sudah erpecahkan.
Cabut semua perangkat keras yang terpasang pada casing komputer kecuali mouse, keyboard dan monitor. Booting kembali komputer untuk melihat apa permasalahannya sudah erpecahkan.
Coba hubungkan dengan kabel power monitor yang berbeda, dan jika dengan menggunakan kabel power monitor yang berbeda tersebut bisa menyala, maka kabel power monitor yang semula perlu diganti denganyang baru.
Cabut kabel power monitor dan tunggu 20-30 detik, baru pasang kembali kabel power Monitor tersebut.
Cabut kabel power monitor dan tunggu 20-30 detik, baru pasang kembali kabel power Monitor tersebut.
Ø Hal ini bisa disebabkan oleh game yang menggunakan pengaturan Rotation pada monitor dan ditambah dengan fasilitas Graphics Controller. Untuk mengembalikan tampilan monitor ke kondisi awal, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
§ Pilih menu
§ Hilangkan tanda centang pada kotak cek Enable Rotation.Klik Apply, kemudian klik OK.
§ Keluar dari Control Panel .Langkah diatas tergantung dari VGA card yang dipasang. Untuk mengatur properti Rotation, dapat melihat pada jendela Graphics Controller.
6. “Spesifikasi CD-ROM Drive”
a. Hardware CD-ROM Drive
b. Fungsi :
Ø Untuk membaca compact disk dalam bentuk audio atau CD-ROM.
c. Troubleshooting :
Ø CD ROM tidak bisa membaca inputan.
Ø Windows tidak mengenali CD ROM yang di pasang.
Ø Kegagalan meng-uninstall , mencoba meng-uninstall driver tetapi tidak tidak
bisa berjalan dengan baik.
bisa berjalan dengan baik.
d. Solusi :
Ø Pastikan kabel power dan kabel data sudah masuk ke slot yang ada di motherboard dan CD ROM. Jika ada yang belum dimasukkan, segera dimasukkan. Cek pemasangan kabel, jangan sampai terbalik. Karena kalau sampai terbalik, CD ROM tidak akan bisa terbaca.
Apabila CD ROM masih belum bisa membaca, kemungkinan head atau
optik yang ada di CDROM tersebut kotor. Untuk membersihkannya,
bisa menggunakan CD Cleaner.
optik yang ada di CDROM tersebut kotor. Untuk membersihkannya,
bisa menggunakan CD Cleaner.
Ø Cek driver dari CD ROM yang dipasang pada komputer. Biasanya begitu
CD ROM terpasang, maka Windows akan memberikan pesan menemukan
perangkat keras baru yang terpasang. Supaya CD ROM berjalan dengan sempurna, segera install driver yang menyertai CD ROM tersebut.
CD ROM terpasang, maka Windows akan memberikan pesan menemukan
perangkat keras baru yang terpasang. Supaya CD ROM berjalan dengan sempurna, segera install driver yang menyertai CD ROM tersebut.
Ø Klik menu Start» Klik kanan My Computer» Properties» pilih bagian
Hardware » Device Manager» DVD/CD-ROM Drives Klik kanan pada
drive tersebut dan pilih Uninstall dari menu yang ada. Restart
komputer.
Hardware » Device Manager» DVD/CD-ROM Drives Klik kanan pada
drive tersebut dan pilih Uninstall dari menu yang ada. Restart
komputer.
7. “Spesifikasi Keyboard”
a. Hardware Keyboard
b. Fungsi :
Ø Untuk menginputkan karakter berupa huruf angka maupun simbol yang akan di tampilan ke layar monitor oleh komputer.
Ø Untuk melakukan intruksi atau perintah tertentu yang tidak harus diklik dengan mouse.
c. Troubleshooting :
Ø Tampilan Keyboard Error karena Connector keyboard renggang.
Ø Kabel data keyboard tersebut putus.
Ø Beberapa tombol keyboard tidak berfungsi.
Ø Pada saat proses booting, tiba-tiba komputer macet dan muncul pesan kesalahan ”keyboard error or no keyboard present”.
d. Solusi :
Ø Untuk membantu mengatasi penyebab kerusakan yaitu dengan mengganjal connector keyboard dengan kertas jika dianggap sangat mendesak dan kita tidak punya dana untuk membeli keyboard baru. Atau dapat mengganti connector keyboard yang baru.
Ø penanggulangan permasalahan dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan kabel data yang putus yaitu dengan mengukur kabel data keyboard tersebut dengan AVO meter. Jika ditemukan bahwa kabel data tersebut ada yang putus, maka ganti dengan kabel lain. Tetapi jika tidak, berarti kemungkinan ada pada yang lain (socket kotor misalnya).
Ø Jika salah satu tombol tidak berfungsi buka semua baut pengunci yang terdapat di bawah papan bidai, dan pastikan tidak ada yang tertinggal maupun hilang didalam papan bidai (keyboard), jalur penekanan karakter tersebut terbuat dari lembaran tipis yang diberi jalur PCB, maka bersihkan PCB tersebut dengan alcohol agar tidak bersentuhan antara PCB atas dan bawah. Dan pasang seperti semula.
Ø Untuk kasus booting kita cek dengan:
ü Matikan kembali komputer.
ü Cek apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU.Jika perlu lepas dan tancapkan lagi kabel keyboard agar kita yakin koneksinya sudah tepat.Tetapi jika pesan kesalahan masih muncul, maka kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak. Jangan beli keyboard baru dulu terlebih dulu, tetapi coba ganti keyboard dengan keyboard dari komputer lain yang masih normal.Jika komputer dapat booting dengan baik,berarti keyboard tadi rusak. Tetapi jika dengan digantikan keyboard pesan kesalahan masih muncul, kemungkinan bukan keyboard yang rusak. Bisa saja kerusakan terjadi pada port keyboard di Motherboard.Bila seperti itu, port harus diganti atau cukup diperbaiki. Atau beli konektor USB ke PS2.
8. “Spesifikasi Sound Device”
a. Hardware Sound Device
b. Fungsi :
Ø Mengolah data berupa audio atau suara.
Ø Sebagai penghubung output audio ke speaker.
Ø Sebagai penghubung input suara ke computer melalui mikrofon.
Ø Untuk mengubah audio informasi dari computer ke output device atau untuk menghasilkan suara.
c. Troubleshooting :
Ø Tidak ada suara yang keluar dari audio/musik pada CD.
Ø Sound card tidak mengeluarkan suara dan tidak menemukan konflik yang terjadi.
d. Solusi :
Ø Beberapa kondisi bisa menyebabkan permasalahan ini, perhatikan hal-hal berikut:
Ø Cek pengaturan volume pada indikator sound card yang ada di taskbar, atau juga bisa dengan cara masuk ke Volume Setting dan pastikan semua pilihan yang ada tandanya diam (un-muted), tanda P pada kotak un-muted tersebut dihilangkan dan volume suara jangan dibuat minimal. Cek volume speaker yang ada atau coba ganti dengan speaker yang lain.
9. “Spesifikasi Memory”
a. Hardware Memory
b. Fungsi :
Ø Sebagai penyimpan data.
c. Troubleshooting :
Ø Sistem komputer menjadi lambat ketika ditambahkan beberapa memori.
Ø Terdengar bunyi beep pendek sebanyak 5 kali saat komputer booting.
d. Solusi :
Ø Langkah pertama adalah, pastikan semua memori baru yang dipasang dikenali dengan baik oleh BIOS atau Windows. Apabila motherboard tidak mendukung penambahan memori dan hanya menerima kapasitas paling besar adalah 64 MB, maka percuma saja menambah memori baru. Memori tetap bisa terpasang tetapi efeknya bisa memperlambat kinerja komputer.
Ø Bunyi beep pendek sebanyak lima kali, menandakan adanya masalah pada memory yang terpasang. Pastikan memory tersebut berada pada posisi yang benar, kemudian booting ulang komputer . Apabila masih belum ada perubahan, ganti memory lama dengan yang lain atau mencoba memory lama dengan motherboard lain. Jika memory lain pun tetap tidak menunjukkan hasil yang positif pada komputer, sementara memory bisa berjalan pada motherboard lain, maka kesimpulannya motherboard anda mengalami kerusakan. Untuk kasus semacam ini, lebih baik motherboard tersebut anda bawa ke service center untuk mendapatkan penanganan langsung. Namun jika memory lain bisa berjalan pada motherboard, dan memory lama tetap tidak mau jalan di motherboard lain, maka dapat dipastikan memory harus diganti.
0 comments:
Post a Comment