Saturday, May 14, 2011

BJ Habibie

Edit Posted by with 1 comment


Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie ….

Bacharuddin Jusuf Habibie …….BJ Habibie....






Siapa sih yang tidak kenal sosok beliau…seantero Indonesia pasti tidak asing dengan namanya.
Beliau merupakan Bapak Idola saya dan Idola banyak orang di RI pastinya .
Yang membuat saya mengidolakan beliau pasti merupakan salah banyak dari sejuta alasan setiap yang mengidolakan beliau.
Saya mengagumi beliau dari jaman SD hingga sekarang,mungkin saya hanya mengetahui sosok beliau hanya dari apa yang saya lihat dan saya dengar dipemberitaan di televisi,tapi saya yakin dan percaya beliau merupakan teladan yang baik dan tokoh yang hebat,awesome…love you Pak Habibie J
Apa yang saya lihat dari sosok beliau :
*Seorang laki-laki yang penuh charisma dan terlihat bertanggung jawab serta berjiwa memimpin yang baik dengan kelembutan hati beliau namun bersifat tegas.
*Wajah yang lembut dan ramah,serta sorot mata yang teduh nan tegas.
*Tentu dimata wanita manapun, kagum dan menginginkan suami seperti beliau.Wanita mana yang tidak ingin..???
*Seorang yang tampaknya cemerlang dalam kehidupannya (dunia maupun akhiratnya).Mungkin saja……

Sedikit info tentang Beliau
Beliau lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.


“Beliau kehilangan Ayahandanya, yang meninggal dunia pada 3 September  1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Pak Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.”


Selama enam bulan, beliau kuliah di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955. Habibie muda menghabiskan 10 tahun untuk menyelesaikan studi S-1 hingga S-3 di Aachen-Jerman. Berbeda dengan rata-rata mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di luar negeri, kuliah Habibie (terutama S-1 dan S-2) dibiayai langsung oleh Ibunya yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie). Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.

Pak Habibie melanjutkan program doktoral setelah menikahi teman SMA-nya, Ibu Hasri Ainun Besari pada tahun 1962. Bersama dengan istrinya tinggal di Jerman, Habibie harus bekerja untuk membiayai biaya kuliah sekaligus biaya rumah tangganya. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude.



Bagaimana Pak Habibie di Jerman :
“Selama menjadi mahasiswa tingkat doktoral, BJ Habibie sudah mulai bekerja untuk menghidupi keluarganya dan biaya studinya. Setelah lulus, BJ Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm  atau MBB Hamburg (1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat.Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ). Dialah menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan nomor dua di perusahaan pesawat terbang Jerman ini.

Sebelum memasuki usia 40 tahun, karir Habibie sudah sangat cemerlang, terutama dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” di negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi 
dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.”

Di Indonesia
Dan ketika (Alm) Presiden Soeharto mengirim Ibnu Sutowo ke Jerman untuk menemui seraya membujuk Habibie pulang ke Indonesia, BJ Habibie langsung bersedia dan melepaskan jabatan, posisi dan prestise tinggi di Jerman. Hal ini dilakukan BJ Habibie demi memberi sumbangsih ilmu dan teknologi pada bangsa ini. 
Pada 1974 di usia 38 tahun, BJ Habibie pulang ke tanah air. Ketika menjadi Menristek, Habibie mengimplementasikan visinya yakni  membawa Indonesia menjadi negara industri berteknologi tinggi. Ia mendorong  adanya lompatan dalam strategi pembangunan yakni melompat dari agraris langsung menuju negara industri maju. Visinya yang langsung membawa Indonesia menjadi negara  Industri mendapat pertentangan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri yang menghendaki pembangunan secara bertahap yang dimulai dari fokus investasi di 
bidang pertanian. Namun, Habibie memiliki keyakinan kokoh akan visinya, dan
ada satu “quote” yang terkenal dari Habibie yakni :

I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)
Yang artinya :
"Saya punya beberapa tokoh yang membandingkan biaya satu kilo pesawat dibandingkan dengan satu kilo beras. Satu kilo biaya pesawat $ 30.000 dan satu kilo beras tujuh sen. 
Dan jika Anda ingin membayar untuk satu kilo Anda produk berteknologi tinggi dengan satu kilo beras, saya tidak berpikir kita punya cukup "(Sumber: BBC:. BJ Habibie Profil -1998).

Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan 
diperoleh beras 4,5 juta ton beras.Pola pikir Pak Habibie disambut dengan baik 
oleh Pak Harto.Pres. Soeharto pun bersedia menggangarkan dana ekstra dari APBN untuk pengembangan proyek teknologi Habibie.
Dan pada tahun 1989, Suharto memberikan “kekuasan” lebih pada Habibie 
dengan memberikan kepercayaan Habibie untuk memimpin industri-industri strategis seperti Pindad, PAL, dan PT IPTN.

Pengabdian Beliau pada bangsa :


Secara materi, Habibie sudah sangat mapan ketika ia bekerja di perusahaan 

MBB Jerman. Selain mapan, Habibie memiliki jabatan yang sangat strategis yakni Vice President sekaligus Senior Advicer di perusahaan  high-tech Jerman. 


Sehingga Habibie terjun ke pemerintahan bukan karena mencari uang ataupun kekuasaan semata, tapi lebih pada perasaan “terima kasih” kepada negara dan bangsa 

Indonesia dan juga kepada kedua orang tuanya.


“Tiga tahun setelah kepulangan ke Indonesia, Habibie (usia 41 tahun) mendapat gelar 
Profesor Teknik dari ITB. Selama 20 tahun menjadi Menristek, akhirnya pada tanggal 11 Maret 1998, Habibie terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-7 melalui Sidang Umum MPR. 
Di masa itulah krisis ekonomi (krismon) melanda kawasan Asia termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah terjun bebas dari Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 12.000-an per dolar. 
Utang luar negeri  jatuh tempo sehinga membengkak akibat depresiasi rupiah. Hal ini diperbarah oleh perbankan swasta yang mengalami kesulitan likuiditas. Inflasi meroket diatas 50%, dan pengangguran mulai terjadi dimana-mana.

Soeharto mundur, maka Wakilnya yakni BJ Habibie pun diangkat menjadi Presiden 
RI ke-3 berdasarkan pasal 8 UUD 1945. Namun, masa jabatannya sebagai presiden hanya bertahan selama 512 hari. Meski sangat singkat, kepemimpinan Presiden 
Habibie mampu membawa bangsa Indonesia dari jurang kehancuran akibat krisis. 
Presiden Habibie berhasil memimpin negara keluar dari dalam keadaan ultra-krisis, melaksanankan transisi dari negara otorian menjadi demokrasi. Sukses melaksanakan pemilu 1999 dengan multi parti (48 partai), sukses membawa perubahan signifikn pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi di Indonesia.Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University.

Ya ampun banyak sekali ya perjalanan kesuksesan beliau….HEBAT.


Dan kisah cintanya yang membuat saya iri..hiks..hiks…
Pengen dapet suami seperti beliau,,aMiin Ya ALLAH..:)
Ini nih puisi pertama kali yang saya baca sampai menitikan air mata….


Puisi untuk Alm. Ibu Ainun…



Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.


Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE



sumber :
http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/2008179-biografi-bj-habibi/
http://nusantaranews.wordpress.com/2009/04/02/biografi-bj-habibie-bapak-teknologi-dan-demokrasi-indonesia/
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html
http://www.tempo.co.id/ang/min/03/15/utama.htm

1 comments:

whiteseito said...

Mantap memang beliau.
Yang ga habis pikir kok beliau dulu ga jadi presiden lagi lho..
Padahal prestasinya yg mampu menekan rupiah dari 20rb menjadi 9rb itu betul2 ga terlupakan.
Menurut kabar angin yg saya dengar beliau ga jadi presiden lagi karena dianggap kaki tangan suharto.. siapa sih org goblok yang menghembuskan kabar busuk tersebut.. ga habis pikir saya..
Padahal jelas betul beliau bukan type orang yg haus harta dan kedudukan.. ckck